SEJARAH KOTA BATU

www.wisata-batu.net
Info Wisata Kota Batu / Malang WA / Call 081335205709 - 
Call 082234635675
Kota Batu yang pada jaman dahulu di sebut sebagai " D
eseng mBatu "( prasasti Jui II ) atau Desa mBatu merupakan lembah vulkanologi prubakala yang terbentuk karena letusan Gunung berapi purbakala, hal ini dibuktikan dengan adanya pegunungan yang mengelilingi wilayah Kota Batu, adapun bentuk pegunungan tersebut masih tergambarkan bekas - bekas gunung berapi purba, selain daripada itu di wilayah kota Batu berlokasi di Desa songgoriti dan daerah " suketan " Desa Srebet terdapat sumber air panas yang mengandung belerang, menurut penelitian ilmiah bahwa sumber air tersebut berasal dari dapur magma yang terdapat di bawah salah satu Gunung di wilayah kota Batu " Gunung Panderman - red ", dan di Kota Batu pula terdapat sumber air pertama yang kemudian sumber air tersebut mengaliri sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa yaitu sungai Brantas, nama sumber air tersebut adalah sumber air Arboretum yang terdapat di wilayah Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji. Adapun Gunung - gunung yang mengelilingi kota Batu adalah, pegunungan Kawi, Gunung Panderman, Gunung rajek Wesi, Gunung Anjasmara, Gunung Banyak, Gunung Arjuna yang dimana Gunung - gunung tersebut mempunyai nilai history akan adanya Kota Batu yan kemudian Kota Batu disebut sebagai Kota Pardikan ( negara shima ) daerah suci yang tidak dikenakan pajak pada masa kerajaan Kanjuruhan dampai masa kerajaan Majapahit.
Alasan kenapa Kota Batu disebut sebagai daerah pardikan adalah dikarenakan Kota Batu merupakan garis perbatasan antara kerajaan Kartanegara - Kanjuruhan ( abad 7 - 8 ), garis perbatasan antara Tumapel - Khadiri ( abad 9 - 11 ), pusat padepokan atau kegiatan belajar mengajar, pusat pertapaan para empu ( pembuat keris ), pusat peristirahatan para raja dan permaisuri, hal ini juga tercantum dalam prasasti Lord Minto yang sekarang berada di Leden. Bukti - bukti bahwa Kota batu pusat padepokan adalah ditemukanya Patung Ganesha yang terdapat di wilayah Desa Torong Rejo kecamat Junrejo dimana Ganesha adalah perlambang pendidikan, dan bukti bahwa Kota Batu merupakan pusat pertapaan para empu adalah banyaknya " petirtaan " sumber air suci yang tersebar hampir di seluruh Desa yang ada di Kota Batu, kemudian bukti bahwa Kota Batu merupakan pusat peristirahatan para raja adalah adanya Candi Songgoriti yang kemudian disebut dengan Candi Supo berlokasi di Desa Songgoriti yang konon bahwa Candi tersebut di bangun berdasarkan perintah dari Raja Sindok sebagai salah satu tempat peribadatan maupun tempat istirahat dari beliau pada abad 10.

Sejarah Kota Batu Berdasarkan Legenda
Berdasarkan legenda, sejarah Kota Batu tidak lepas dari penyebaran agama Islam oleh murid pangeran Diponegoro yang bernama asli mbah Abu Ghonaim, konon setelah ditangkapnya Pangeran Diponegoro oleh VOC, maka banyak murid beliau yang lari ke wilayah timur, salah satunya adalah ke Kota Batu. setelah sekian lama menetap di Kota Batu beliau bersama kawan - kawanya setiap satu minggu satu kali melakukan rapat tertutup yang di lakukan di atas sumber air yang sekarang dinamakan sumber air Gemulo, dan salah satu di antara mereka bernama Mbah Bener ( dimakamkan di wilayah Desa Temas ) mengungkapkan kalimat jawa " hasile iki mung di uwat - uwat ojo sampek kewetu " dimana berasal dari kalimat " di uwat uwat ojo sampek kewetu " yang kemudian di singkat menjadi kata " watu " Batu dalam bahasa Indonesia. untuk Mbah Mbatu sendiri dengan nama asli Mbah Abu Ghonaim kenapa beliau yang dijuluki sebagai mBah mBatu dikarenakan beliau adalah pemimpin dari kawanan murid Pangeran Diponegoro yang lari ke Kota Batu dan setelah beliau wafat beliau dimakamkan di Desa Bumiaji Kecamatan Bimiaji, salah satu alasan kenapa di Bumiaji karena Desa Bumiaji adalah merupakan Desa pertama selain Songgoriti yang berada di Kota Batu.

Sejarah Kota Batu Sebagai Kota Wisata
seperti yang tercantum di atas, bahwa Kota Batu sejak jaman kerajaan adalah pusat tempat istirahat para raja dan permaisuri, berikut juga pada masa Kolonial Belanda. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya bekas - bekas peninggalan belanda berupa rumah - rumah belanda dan sekolah kristen pada masa Belanda, alasan kenapa Kota Batu sebagai tempat istirahat adalah karena kesejukan cuaca Kota Batu dengan suhu rata - rata 9 - 23 drajat celcius, dan ketinggian topografi 600 - 2100 dpl, bahkan kolonial Belanda menyebut Kota Batu dengan sebutan " De Klien Swzterlad In East Java " atau Swiss Kecil Di Jawa Timur. kemudian pada tahun 2007 dengan Walikota terpilih pertama Bapak Eddy Rumpoko mencetuskan ide untuk menjadikan Kota Batu sebagai Kota Wisata dengan segala potensi alam yang sangat luar biasa akhirnya terwujudlah Kota Batu sebagai Kota Wisata dengan sebutan Kota Wisata Batu ( sebutan Kota Wisata Batu di prakarsai oleh Agus Purwanto / Mas Ipung penggiat Budaya ) sampai saat ini.

Sejarah Pemerintahan Kota Batu
diambil dari http://planetbeji.blogspot.co.id/2013/12/sejarah-kota-batu.html
lahirnya Kota Administratif Batu. Kelahiran ini pada tanggal 6 Maret 1993 dengan Walikota pertamanya Drs. Chusnul Arifien Damuri. Pelantikan dan peresmian itu dilakukan di kantor Pembantu Bupati Malang di Batu yang terletak di pusat kota di Jalan Panglima Sudirman No. 98. Pelantikan itu langsung dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Rudini, hadir juga Bupati Malang, Drs. Abdul Hamid Mahmud, para pejabat serta undangan lainnya.Kelahiran itu berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 12 tahun 1993 tentang Peningkatan Status Kecamatan Batu menjadi Kotatif Batu yang terdiri dari 3 kecamatan yaitu Kecamatan Batu (wilayah pusat), Kecamatan Bumiaji (wilayah utara) dan Kecamatan Junrejo (wilayah selatan).Perkembangan Kotatif Batu sebagai sentra wisata Jawa Timur terus meningkat hari demi hari, kota yang dulunya tidak selengkap kota lain, sekarang hampir menyamai kota-kota lainnya. Karena perkembangan Batu cukup maju maka banyak warga dari Kotatif Batu yang ingin status kotanya ditingkatkan, organisasi-organisasi banyak didirikan untuk mendukung peningkatan status Kotatif Batu, misalnya Kelompok Kerja (Pokja) Batu, kelompok kerja ini berusaha bersama masyarakat Batu untuk meningkatkan status kotanya. Dukungan-dukungan lainnya dari Bupati Malang, DPRD II Malang, Gubernur Jawa Timur dan organisasi masyarakat lainnya. Setelah hampir 8 tahun menjadi Kota Administratif yang diperintah oleh 3 Walikota, yaitu Drs. Chusnul Arifien Damuri, Drs. Gatot Bambang Santoso dan Drs. Imam Kabul, akhirnya Batu ditingkatkan statusnya menjadi Pemerintah Kota Batu. Pemerintah Kota Batu Tanggal 28 Mei 2001 proses peningkatan status Kota Administrattif Batu menjadi Pemerintah Kota mulai dilaksanakan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah.Tanggal 30 Juni 2001 UU No. 11 tentang Peningkatan Status Kota Administratif Batu disahkan, setelah beberapa bulan kemudian yaitu pada tanggal 17 Oktober 2002 secara resmi Kotatif Batu ditingkatkan statusnya menjadi Pemerintah Kota. Kemudian pada tanggal 22 Oktober 2002 Gubernur Jawa Timur atas nama Menteri Otonomi Daerah melantik Drs. Imam Kabul sebagai Walikota Batu. Esok harinya masyarakat Kota Batu menyambutnya dengan bersyukur pada Allah SWT, mulai menyambut dengan acara syukuran tumpengan bersama, pemasangan spanduk-spanduk yang membanjiri setiap jalan dan sudut Kota Batu. Setelah Batu ditingkatkan statusnya dengan pejabat Walikotanya Drs. Imam Kabul, Batu ingin meningkatkan lagi pembangunannya, baik pembangunan fisik maupun non fisik. Sejak statusnya meningkat, Pemerintah Kota Batu bersama masyarakat mulai menyiapkan diri bagaimana agar pamor dan citra kota dingin ini tetap ada dan tetap dikenang banyak orang baik domestik maupun luar negeri.KRONOLOGIS TERBENTUKNYA PEMERINTAH KOTA BATU1.              Pada tahun 1950 berdasarkan Undang – Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Timur, Batu masih merupakan Kecamatan dalam lingkungan wilayah Pemerintah Kabupaten Malang.2.             Pada tahun 1997 Kecamatan Batu sebagai Daerah Kota Administratif berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 1997 tentang Pembentukan Kota Administratif Kota Batu, dalam wilayah Kabupaten Malang, yang meliputi wilayah Kecamatan Batu, Kecamatan Bumiaji dan Kecamatan Junrejo.3.             Pada tahun 2001 Kota Administratif statusnya kemudian berubah menjadi Kota Batu berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Batu yang disahkan oleh Presiden Republik Indonesia tanggal 21 Juni 2001, maka tanggal 17 Oktober 2001 telah diresmikan Kota Batu menjadi Daerah Otonom yang terpisah dari Kabupaten Malang yang meliputi tiga Kecamatan (Kecamatan Batu, Kecamatan Bumiaji dan Kecamatan Junrejo) terdiri dari 19 Desa serta Kelurahan.4.             Pada hari Jum’at tanggal 30 Agustus 2002 diadakan pemilihan anggota DPRD Kota Batu. Dan selanjutnya pada hari Senin tanggal 16 September 2002 DPRD Kota Batu dilantik. Setelah DPRD Kota Batu terbentuk, maka secara resmi dan sah Pemerintah Kota Batu telah memiliki Badan Legislatif dan secara sah pula DPRD berhak dan mengadakan Pemilihan Kepala Daerah.5.             Pada hari Senin tanggal 4 November 2002 diadakan Pemilihan Kepala Daerah dan terpilih Drs. H. Imam Kabul M.Si yang berpasangan dengan Drs. M. Khudhori sebagai Walikota dan Wakil Walikota Batu yang pertama.6.             Pada hari Senin tanggal 25 November 2002 dilaksanakan Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Batu oleh Gubernur Imam Utomo.7.             Pada tanggal 26 Agustus 2007 Walikota Batu Drs. H. Imam Kabul M.Si. meninggal dunia dan tanggal 20 September 2007 Drs. M. Khudhori yang pada waktu itu sebagai Wakil Walikota Batu dilantik menjadi Walikota Batu yang dilantik oleh Gubernur Jawa Timur.8.            Tanggal 25 Nopember 2007 masa jabatan Walikota Batu berakhir dan melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri tanggal 20 Nopember 2007 Nomor : 131.35-321 Tahun 2007 diangkat Mayjen TNI (Purn) IMAM UTOMO S sebagai Penjabat Walikota Batu.9.             Pada tanggal 26 Nopember 2007 melalui Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor : 131.422/65/011/2007 ditunjuk Sdr. Drs. SOERJANTO SUBANDI, MM Kepala Badan Koordinasi Wilayah III Malang sebagai Pelaksana Tugas Harian Walikota Batu.10.         Pada Pemilihan Langsung Kepala Daerah tanggal 5 November 2007 pasangan calon Walikota Batu EDDY RUMPOKO dengan calon Wakil Walikota Batu H.A. BUDIONO memperoleh suara terbanyak.11.          Pada Pemilihan Langsung Kepala Daerah tanggal 2  Oktober 2012 Pasangan Walikota Batu EDDY RUMPOKO dengan calon Wakil Walikota Batu PUNJUL SANTOSO

Komentar

Posting Komentar